Laporkan Penyalahgunaan

juwitajuwita.com

Tiga Amalan Berat Tapi Dicintai Allah

Posting Komentar
Ilustrasi 


Allah mencintai orang yang bertakwa dan takwa diperoleh dengan amalan-amalan yang kita lakukan. Beratnya amalan akan terasa ringan jika bisa kita lakukan secara terus menerus didukung oleh keilmuan yang kuat akan hal tersebut. 

Masya Allah, bertumbuh menjadi orang yang lebih baik setiap hari tentu saja fitrah kita sebagai seorang hamba Allah. Tapi apa yang kita inginkan kadang diuji dari arah yang tidak diduga-duga. 

Karena setan tidak akan pernah membiarkan kita fokus pada tujuan mulia kita masuk Surga. Semua cara akan dilakukan setan agar kita bisa bersama mereka nanti masuk ke dalam neraka. Senja Allah senantiasa dimudahkan Allah untuk tetap istiqamah. 

Tahukah kunci agar kita tetap fokus adalah takwa. Takwa yang membuat kita bisa tetap mengendalikan diri untuk tetap fokus pada amalan-amalan yang menjadi sebab kita masuk ke dalam Jannah. Aamiin. Meskipun amalan tersebut berat untuk dilakukan semoga kita tetap bisa fokus mengerjakannya. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ 

"(Orang-orang yang bertakwa itu) (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."(Ali Imran: 134) 

Sangat jelas dalam Surat Ali Imran ayat 134 tersebut menjelaskan bagaimana amalan-amalan berat jika kita lakukan dengan ikhlas kita akan dicintai oleh Allah.

Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 2/251 menuliskan bahwa Rabi’ bin Sulaiman rahimahullah mengatakan, 

“Aku pernah mendengar asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, ’Amal terberat ada tiga;

 (Pertama) Dermawan ketika dalam keadaan kekurangan.

(Kedua) Bersikap Wara’ (menahan diri dari perkara terlarang) ketika dalam kesendirian. 


(Ketiga) Menyampaikan kata-kata yang berisi kebenaran di hadapan orang yang diharapkan (pemberiannya) dan ditakuti (tindakan, kekuatan dan kekuasaannya)


Jelaslah bahwa amalan-amalan tersebut meski terkesan sangat ringan ternyata berat untuk dikerjakan lho. (Termasuk saya juga masih berproses, begitu juga kita semua).

Tiga Amalan Dicintai Allah Tapi Berat Dilakukan 

"(Orang-orang yang bertakwa itu) (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."(Ali Imran: 134) 

Dari firman Allah tersebut bisa kita jabarkan ada 3 hal yang bisa dilakukan agar kita dicintai Allah dan memperoleh derajat takwa

1. Orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit


Seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi'i amalan terberat pertama adalah dermawan ketika dalam keadaan kekurangan. 


Jika kita dihadapkan pada kondisi ini, mungkin kita akan berpikir tidak hanya dua kali bahkan berkali-kali untuk memutuskan apakah kita akan berinfaq atau tidak. 


Tentu saja hanya orang yang kuat imannya kepada Allah akan berbuat kebaikan tersebut baik dalam keadaan lapang atau sempit. Semoga Allah memudahkan kita perlahan juga bisa menerapkannya dalam keseharian kita. 

2. Orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya

Masya Allah, orang yang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya dari berbuat kemurkaan . 

Seperti disebutkan juga oleh Imam Syafi'i rahimahullah bahwa amalan terberat kedua adalah bersikap Wara’ (menahan diri dari perkara terlarang) ketika dalam kesendirian

Benar sekali kadang di saat sendirian, banyak sekali godaan untuk kita berbuat hal yang tidak disukai oleh Allah. Apalagi di era tekhnologi saat ini, sangat besar peluang kita untuk melakukan sesuatu yang dimurkai Allah. 

Semoga bisa melewati ujian berat dengan terus belajar memperbaharui keimanan kita, berlatih menahan diri sehingga menjadi kebiasaan. Awalnya berat bisa jadi ringan karena terbiasa. 

3. Orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain

Seperti dijelaskan oleh Ibnul Jauzi bahwa Imam Syafi'i rahimahullah menyebutkan amalan berat ketiga adalah menyampaikan kata-kata yang berisi kebenaran dihadapan orang yang diharapkan (pemberiannya) dan ditakuti (tindakan, kekuatan dan kekuasaannya).

Ya benar sekali, kita akan berpikir atau menahan diri untuk menasehati seseorang yang kita anggap terhormat, ditakuti dan disegani. 

Padahal sebuah kebenaran sejatinya harus disampaikan kepada siapapun tanpa pandang apapun. (Tapi dengan cara yang benar). Kenyataan banyak dari kita sangat berat melakukan amalan ini. (Termasuk saya pribadi). 

Sangat sulit untuk bisa menyampaikan kebenaran kepada orang yang kita takuti, segani dan hormati. Padahal seharusnya siapapun mereka kita harus menyampaikan kebenaran dengan cara yang benar. Sampaikan yang Haq itu Haq yang Batil itu Batil. 

Amalan yang berat dilakukan tapi yakinlah perlahan kita bisa membuat amalan ini menjadi ringan. Teruslah belajar agama Allah sesuai Al-Qur'an dan As Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. 

Dan jika kita juga dihadapkan pada kondisi orang menyampaikan kesalahan kita atau menegur kita sehingga membuat kita tersakiti maka sebagai orang yang bertakwa kita harus memaafkan kesalahan orang lain 

Percayalah Allah akan mencintai kita karena usaha kita untuk terus melakukan amalan-amalan kebaikan. Amalan berat akan terasa ringan jika dikerjakan secara terus menerus. 

Dan salah satu faktor pendukung kita agar bisa menjalani amalan -amalan tersebut adalah ilmu. Ilmu yang membuat kita paham sesuatu termasuk urusan agama kita. 


Ilmu yang mengantarkan kita menuju keridhoan Allah Taala sehingga Allah masukkan kita ke dalam Surga. 


Masya Allah, semoga bisa jadi pengingat untuk kita terus berbuat yang terbaik. Terutama pengingat bagi penulis juga. []



Juwita
Nama Lengkap saya Juwita Fajar Hari. Hampir familiar dengan nama Juwita. Saya seorang Full Ibu Rumah Tangga yang hingga 2022 masih diamanahi 4 orang anak. Saya perempuan berdarah Minang dan saat ini sedang berproses menjadi seorang blogger.

Related Posts

Posting Komentar