Laporkan Penyalahgunaan

juwitajuwita.com

Panduan dan Tips Memilih Semen Berkualitas

1 komentar
Tips memilih semen berkualitas


Semen merupakan material paling penting saat kita membangun rumah. Hampir semua sisi bangunan menggunakan semen. Mulai dari pondasi, tiang, dinding, lantai dan lainnya membutuhkannya. 


Bicara material satu ini, kita sangat familiar sekali. Hampir setiap waktu kita melihat orang menggunakannya. Untuk membuat rumah, jalan, jembatan dan banyak lagi. 


Tak hanya familiar, bahkan kita temukan banyak jenis, bentuk, warna dan merk-nya. Selain itu kita juga sering menyaksikan hasil dari olahan produk tersebut setelah diaplikasikan berbeda. Ada yang tahan lama, kuat, kokoh, retak, tidak merekat, tidak kedap air, hasil plesteran halus ada kasar.


Tahukah perbedaan hasil tersebut biasanya ditentukan oleh kualitasnya. Berikut tips memilih semen yang berkualitas baik agar bangunan kokoh dan tahan lama: 


1. Gunakan Semen Produksi Baru


Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pilihlah produk baru bukan produk yang sudah lama diproduksi. Kita bisa menanyakan langsung kepada toko bangunan tempat kita membeli. Pastikan membeli produk yang masih satu bulan setelah produksi. 


2. Perhatikan Tekstur 


Semen yang berkualitas baik biasanya akan memiliki tekstur yang lembut saat ditekan dari luar kemasan. Sebaliknya jika keras saat ditekan dari luar kemasan. Berarti tidak bagus lagi digunakan. Tentu saja hasilnya tidak akan bagus saat diaplikasikan. 


Sementara jika kita membeli produk curah kita bisa melihat langsung jika tekstur mudah terurai dan lembut berarti berkualitas baik. Sebaliknya jika produk tersebut sudah berbentuk kerikil, keras dan susah diurai berarti tidak berkualitas baik. 


3. Perhatikan Warna


Warna yang bagus biasanya abu-abu kehijauan. Sementara jika berwarna agak terang atau terlalu gelap artinya sudah tidak bagus lagi daya rekatnya. Hasil aplikasi dari produk yang tidak berkualitas baik biasanya menurunkan kekuatan semen tersebut. Hasil semen bosa berpotensi menyebabkan bangunan retak, rapuh bahkan hancur. 


Baca Juga: Semen Baturaja, Terbukti Ciptakan Bangunan Kokoh dan Tahan Lamo 


4. Semen Berkualitas biasanya dingin saat digenggam


Cobalah masukkan tangan ke dalam tumpukan semen. Jika tangan terasa dingin saat menggenggamnya, artinya produk tersebut berkualitas bagus dan baru diproduksi. 


Sebaliknya jika sudah terasa panas, kasar dan tidak halus berarti produk sudah terpengaruh dengan ruangan penyimpanan. Atau mungkin juga sudah lama. 


5. Perhatikan Kemasan


Saat membeli jangan lupa perhatikan kemasannya. Jika kemasan rusak jangan membeli atau menerimanya karena berpotensi kualitas produk tidak bagus. 


Pastikan memilih produk kemasan yang rapat, tertutup sempurna dan tanpa sobek sama sekali..


6. Berlogo SNI


Hal paling mudah memilih produknya, pilihlah yang sudah berlogo SNI. Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi patokan terbaik. Karena logo SNI menandakan bahwa produk tersebut telah teruji kualitas, keamanan dan spesifikasinya sebelum dipasarkan. 



Bahkan ada juga produk yang sudah bersertifikasi internasional. Semakin teruji sebuah produk maka potensi produk berkualitas baik lebih besar daripada tanpa logo SNI. 


7. Pilihlah semen sesuai kebutuhan


Saat kita akan memilih produk mana yang akan digunakan sebaiknya kita konsultasi dengan pihak toko bangunan atau builder (tukang bangunan). 


Apalagi saat ini banyak sekali jenis-jenis semen yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ada semen Portland, semen mortar (instan), semen putih, semen sumur minyak, semen antibakteri, semen campuran dan banyak lagi. 


Baca Juga: Mengenal Jenis Semen dan Kegunaannya 


Pastikan memilih semen sesuai kebutuhan agar kualitas bangunan sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu bangunan juga akan menjadi kokoh dan tahan lama. 


Semoga tips diatas bisa membantu ya. []




Juwita
Nama Lengkap saya Juwita Fajar Hari. Hampir familiar dengan nama Juwita. Saya seorang Full Ibu Rumah Tangga yang hingga 2022 masih diamanahi 4 orang anak. Saya perempuan berdarah Minang dan saat ini sedang berproses menjadi seorang blogger.

Related Posts

1 komentar

  1. Ternyata jenis semen itu banyak sekali ya. Baru tahu setelah baca ini. Selama ini tahunya cuma semen biasa sama semen instan aja haha

    BalasHapus

Posting Komentar