Laporkan Penyalahgunaan

juwitajuwita.com

Serunya Bertualang ke Angkasa Bersama El Hana dan Tim Bosscha

9 komentar



Masya Allah, pagi hari (Sabtu, 15 Oktober 2022) anak-anak sudah rapi dan sudah sarapan. Saat jam menunjukkan pukul 09.00 mereka sudah nagih untuk membuka laptop. Padahal masih 30 menit lagi. Karena ummi masih banyak kesibukan akhirnya mereka menyiapkan sendiri semua keperluan.

Kenapa ya? Mereka sangat antusias?

Karena hari ini sangat mereka tunggu. Mereka menyukai materi ruang angkasa, saat El Hana menggelar GALATOBER (Galaksi Oktober) Bertualang ke Angkasa bersama Tim Bosscha dan El Hana. Anak-anak saya sangat antusias sekali.  Wah jadi penasaran lagi kan? Yuk kita bahas?

Observatorium Bosscha dan Bertualang ke Ruang Angkasa

Kegiatan pengunjung pada malam hari (Source: Website Bosscha)


Sejarah

Siapa yang tidak kenal dengan Observatorium Bosscha (dibaca bos kha menggunakan خ, ujar Kakak Luthfiana saat sesi sharing materi).

Boscha merupakan observatorium astronomi tertua di Indonesia. Observatorium yang berlokasi  di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini memiliki daya tarik tersendiri. Terutama bagi anak-anak pecinta ruang angkasa.

Dilansir laman Bosscha  Observatorium Bosscha (dahulu dikenal sebagai Bosscha Sterrenwacht) dibangun atas inisiasi Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha. Dibantu oleh kemenakannya, R.A. Kerkhoven dan seorang astronom Hindia Belanda, Joan George Erardus Gijsbertus Voûte, Bosscha menghimpun para peminat untuk membentuk sebuah perkumpulan yang akan merealisasikan ide pembangunan observatorium.

Pada pertemuan 12 September 1920 di Hotel Homann Bandung, dibentuk Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda atau Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging (NISV) yang memiliki tujuan spesifik “mendirikan dan memelihara sebuah observatorium astronomi di Hindia Belanda, dan memajukan ilmu astronomi”.

Karel Bosscha bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini. Observatorium Bosscha diresmikan pada 1 Januari 1923.

Sejak tahun 2004 Observatorium Bosscha dicanangkan sebagai Cagar Budaya Nasional, dan pada tahun 2008 ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 184/M/2017, Observatorium Bosscha ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat Nasional melalui penilaian atas kualitas kondisi fasilitas lahan dan fisik gedung dan instrumentasi observatorium, koleksi hasil pengamatan dan pustaka yang tak ternilai, dan juga bahwasanya Observatorium Bosscha masih terus berkontribusi pada sains astronomi dan pada upaya pencerdasan bangsa Indonesia.

Pada tahun 2021, Observatorium Bosscha diangkat sebagai bangunan cagar budaya peringkat Kabupaten melalui surat Keputusan Bupati Bandung Barat 188.45/Kep.731-Disparbud/2021.

Status institusional: Observatorium Bosscha berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Wah, hebat ya. Untuk kunjungan kita bisa melihat langsung di laman web nya ya. Disana kita bisa mengetahui kapan saja waktu kunjungan ke Observatorium tersebut.

Ruang Multimedia (Source: Observatorium Bosscha )


Program Kunjungan

Program kunjungan siang adalah program terpandu dimana Anda berkesempatan untuk mengunjungi Teleskop Besar Zeiss dan melihat bagaimana cara kerja teleskop melakukan pengamatan astronomi. Selain itu Anda akan disuguhi cerita sains populer yang disampaikan oleh komunikator astronomi kami.

Pada program kunjungan malam atau yang disebut malam umum, selain disuguhi cerita sains populer, pengunjung berkesempatan melakukan pengamatan objek langit menggunakan beberapa teleskop yang ada di Observatorium Bosscha (selama cuaca mendukung).

Setiap orang yang akan mengikuti program kunjungan wajib mendaftarkan diri dengan prosedur dan biaya yang telah ditentukan. kita dapat melakukan reservasi dengan cara:

Mendaftar melalui telepon (022) 2786001 pada hari dan jam kerja.

Mengirimkan email pendaftaran kunjungan ke kunjungan[as].itb.ac.id (ganti [at] dengan lambang @).

Untuk rombongan besar dari Sekolah, Institusi Pendidikan, Instansi kami wajibkan untuk mengirimkan surat resmi (kop surat berisi alamat dan kontak, disertai tanda tangan dan stempel) via pos atau email yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha.

Surat tersebut wajib mencantumkan: Hari, tanggal, dan jam sesi kunjungan.

Jumlah peserta rombongan yang akan berkunjung, berdasarkan kelompok usia (TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Guru/Dosen, dan Umum).

Nomor telepon / handphone perwakilan rombongan untuk konfirmasi pendaftaran.

Pendaftaran dinyatakan diterima jika sudah dikonfirmasi langsung oleh staf kami via telepon atau email. Pembayaran dilakukan langsung di loket pendaftaran kunjungan.

Mohon diingat bahwa kedatangan grup secara mendadak, pendaftaran tanpa melampirkan surat resmi dari sekolah/institusi, atau pendaftaran dengan surat dari agen biro perjalanan tidak akan dilayani.

Aturan Berkunjung

Setiap peserta program kunjungan publik wajib terdaftar melalui prosedur yang telah ditetapkan dan mendapatkan bukti pendaftaran asli.

Setiap peserta program kunjungan publik yang telah terdaftar wajib hadir di kawasan observatorium sebelum sesi kunjungan dimulai. Konsekuensi akibat keterlambatan berupa:

  1. Kedatangan antara 0 – 60 menit: pengurangan agenda kunjungan.
  2. Kedatangan lebih dari 60 menit: reservasi kunjungan dianggap batal.
  3. Setiap pengunjung wajib mengikuti instruksi yang diberikan oleh staf kunjungan publik yang bertugas di lapangan.
  4. Setiap pengunjung bertanggung jawab atas semua barang milik pribadi. Observatorium Bosscha tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang selama mengikuti program kunjungan publik.
  5. Observatorium Bosscha berhak menindak pengunjung yang melanggar peraturan kunjungan, dalam bentuk teguran hingga pembatalan program kunjungan publik secara sepihak.

Observatorium Bosscha merupakan Observatorium tertua di Indonesia (Source: Instagram @itb.story

Tips Berkunjung

1. Perhatikan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk ke observatorium. Pada waktu normal di hari kerja, perjalanan dari pusat kota Bandung dapat ditempuh sekitar 45-60 menit. Dalam kondisi akhir pekan atau di masa libur besar (libur Idul Fitri, libur Natal dan Tahun Baru), perjalanan dapat ditempuh hingga 2 jam.

2. Bis besar (kapasitas >20 orang) tidak dapat masuk hingga ke area observatorium. Bis akan diparkir di tepi jalan besar Raya Lembang dan kita masih perlu menempuh 800 meter unrtuk tiba ke observatorium.

3. Perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki (beberapa titik cukup menanjak) atau menggunakan layanan ojek pangkalan.

4. Pastikan membawa payung, jaket tebal, atau jas hujan pribadi sebelum memasuki kawasan observatorium, terutama pada musim hujan (November – April) dan saat mengikuti program kunjungan malam.

5. Ruang Multimedia dan Gedung Koepel (Teleskop Zeiss) berada 150 meter dari area parkir dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki. Bagi pengunjung yang memiliki kesulitan untuk berjalan kaki dan/atau berdiri, disarankan untuk menggunakan alat bantu pribadi atau dapat menghubungi staf Bosscha saat tiba di kawasan observatorium.

6. Karena pengamatan pada malam hari membutuhkan adaptasi perlahan pada mata, tim Bosscha menghimbau pengunjung malam untuk tidak menyalakan senter atau alat penerangan lain yang bersinar terang.



Serunya Bertualang ke Angkasa Bersama El Hana

Nah, sebelum anak-anak merasakan serunya Bertualang ke Luar angkasa langsung bersama tim Bosscha. Kami sebagai orang tua baru bisa mengajak mereka untuk mengikuti secara online melalui Live Zoom.

Galatober yang diselenggarakan oleh el-Hana Learning yang diwakili oleh Kak Silmi membuka kegiatan kali ini dengan menyampaikan pijakan acara. Setidaknya ada 15 poin peraturan yang harus diikuti anak-anak. 

Kemudian dilanjutkan dengan materi oleh Kak Luthfiana dari tim Bosscha.

Bertualang ke Luar Angkasa bersama El Hana dan Tim Bosscha

Kak Luthfiana menjelaskan secara detail mengenai tata Surya dan planet-planet. Anak-anak diajak melihat planet dari dekat.  (Sesi yang paling membuat anak seru).

Satu per satu, Kak Luthfiana menjelaskan. Anak-anak melihat secara dekat bentuk-bentuk tata Surya dan planet-planet. Mulai dari matahari, bulan, bintang dan planet-planet yang terdekat dari matahari hingga terjauh. Seru sekali.

Tak terasa waktu satu jam tidaklah cukup. Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab. Saking antusiasnya pra peserta yang lebih dari seratus ini memberikan banyak pertanyaan. Termasuk Abang.

Observatorium Bosscha


Tapi qodarullah pertanyaan Abang tidak sempat dijawab. (Meski kecewa tapi setidaknya Abang belajar menerima kenyataan, tidak semua yang kita rencanakan bisa terjadi).

So far, Galatober sangat seru. Semoga kedepan El Hana bisa juga menggelar event offline ke Bosscha atau planetarium Jakarta nih.

Satu juga cacatannya, bagus lagi tim Bosscha menampilkan versi video sebelum melihat lebih dekat satu per satu benda-benda di angkasa. Seru dan menambah wawasan.

Catatan Anak-anak Ikut Zoom Galatober 2022

Masya Allah begitu banyak ya benda-benda di angkasa. Ada bulan, bintang, matahari dan planet-planet.Juga ada meteor. Senang juga bisa melihat langsung benda-benda tersebut menggunakan teleskop. Masya Allah. Acara seru apalagi ada videonya. Terima kasih tim Bosscha dan El Hana.

[]

Juwita
Nama Lengkap saya Juwita Fajar Hari. Hampir familiar dengan nama Juwita. Saya seorang Full Ibu Rumah Tangga yang hingga 2022 masih diamanahi 4 orang anak. Saya perempuan berdarah Minang dan saat ini sedang berproses menjadi seorang blogger.

Related Posts

9 komentar

  1. Wah kalau online saja sudah seseru ini, apalagi kalau datang langsung ya?

    BalasHapus
  2. Wah pasti seru acara zoom galatobernya ya.

    BalasHapus
  3. aih keren sekali,berkunjung ke boscha malam hari adalah cita cita saya sejak keciiiiil banget. semogs

    BalasHapus
  4. Berkunjung ke Boscha jadi pengalaman seru dan tak terlupakan bagi anak anak
    Alhamdulillah, beberapa tahun lalu kami sempat ajak anak anak kesini

    BalasHapus
  5. Memang luar angkasa itu bikin penasaran, ya. Pantas aja anak2 antusias. Kau juga belum pernah ke bosscha, nih

    BalasHapus
  6. Meskipun lewat zoom tapi tak menarik perhatian bagi anak-anak yg antusiasme mendapatkan pengetahuan luar angkasa ... Nah yim ajak si kecil ke boscha atau tempat-tempat sejarah lainnya

    BalasHapus
  7. Meskipun lewat zoom tapi menarik perhatian bagi anak-anak yg antusiasme mendapatkan pengetahuan luar angkasa ... Nah yuk ajak si kecil ke boscha atau tempat-tempat sejarah lainnya

    BalasHapus
  8. Wah Seru ini
    Aku beberapa tahun lalu pernah ajak anak anak ke Boscha, saat kami sekeluarga berlibur ke Bandung
    Anak anak antusias banget

    BalasHapus

Posting Komentar