Laporkan Penyalahgunaan

juwitajuwita.com

Gen Z Jadi Melek Budaya Lewat Buku "Beri Aku Cerita yang Tak Biasa"

30 komentar


Berikan Aku Cerita yang Tak Biasa hingga aku bisa menebar cinta pada anak-anak keturunanku. Kuharap kelak mereka akan tetap menebar cinta dari cerita yang tak biasa. (Juwita

Dalam Webinar "Menerbangkan Adikarya Nuswantara dalam Bingkai Cerita yang Tak Biasa”, saya sebagai salah satu peserta banyak terdiam dan membisu. Banyak hal yang sejatinya jadi pekerjaan rumah kita sebagai seorang ibu pada anak kita yang berstatus Gen Z. Mereka harus melek budaya meskipun modernisasi mempengaruhi kehidupan mereka. 

Ada tiga catatan penting saya setelah mengikk;!uti Webinar yang digelar oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) pada Jumat, 7 Oktober 2022 pukul 19.00 - 21.00 WIB melalui Live Zoom ini,  yaitu Budaya, Gen Z dan PR Besar Seorang Ibu.  

Webinar yang menghadirkan Kirana Kejora (Writepreneur dan Pendiri Elang Nuswantara) dan Widyanti Wulandari (Blogger, Writing Mentor dan Ketua Umum Ibu-Ibu Doyan Nulis) memberikan banyak insight pada kita terutama mengenai budaya nusantara. 

IIDN dan Webinar "Menerbangkan Adikarya Nuswantara dalam Bingkai Cerita yang Tak Biasa”

Webinar yang digelar oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan diikuti oleh 109 peserta ini dibuka dengan pemutaran video book trailer "Beri Aku Cerita yang Tak Biasa" dan video launching buku di Perpustakaan Nasional pada 21 Agustus 2022 lalu. Sangat menggetarkan jiwa, videonya dikemas dengan indah dan sarat makna. (Saya saja sampai merinding menikmati videonya). 

Setelah itu Webinar dilanjutkan dengan pengenalan IIDN sebagai komunitas literasi yang memiliki tujuan menjadi wadah bagi para penulis perempuan Indonesia. Widyanti Wulandari selalu Ketua Umum yang familiar dipanggil Buketu ini memaparkan mengenai IIDN. 

Hingga saat ini ada 22 ribu anggota IIDN yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Sesuai tagline dari komunitas ini 'Aktif-Kreatif-Produktif' hampir seluruh kegiatan literasinya mendorong anggota untuk terus bergerak, belajar dan membuktikan lewat karya. 


Tentu sudah banyak karya yang dihasilkan oleh komunitas ini baik Solo maupun antologi. Termasuk dengan karya antologi terbaru mereka yang berjudul "Beri Aku Cerita yang Tak Biasa" ini.

Tak hanya mengenalkan tentang IIDN, Buketu juga berbagi ilmu mengenai menulis fiksi. Buketu menjelaskan beberapa mitos penulisan fiksi diantaranya harus pintar mengkhayal,  hanya bisa ditulis oleh orang yang berbakat dan jenis tulisan yang sangat gampang. Padahal realitanya malah terbalik. 

Seorang penulis fiksi harus menulis secara logis dan riset harus tetap dijalankan alias tidak asal berkhayal saja. Di poin ini, Buketu juga tidak lupa berbagi tips menulis fiksi yaitu banyak membaca buku fiksi, melepas ekpektasi, gunakan setting yang mudah dibayangkan dan foto atau video juga bisa digunakan saat proses menulis. 

Terakhir, satu hal yang saya ingat saat sesi Buketu adalah begitu banyak pintu kebaikan yang bisa kita pilih salah satunya menulis. 

"Ada banyak pintu kebaikan yang bisa kita temukan. Dengan menulis kita bisa memilih satu pintu kebaikan bahkan lebih sebagai media untuk melakukan kebaikan." (Widyanti Wulandari, Blogger, Writing Mentor dan Ketua Umum Ibu-Ibu Doyan Nulis).


Budaya Nusantara Dalam Buku Beri Aku Cerita yang Tak Biasa 

Balik lagi bahasan awal kita, Webinar ini benar-benar menerbangkan saya dalam Buku Cerpen Budaya Filmis Nusantara. Kenapa tidak, buku yang ditulis oleh Kirana Kejora (Mentor) biasa dipanggil Buk'e bersama dengan 28 Elang Biru ini benar-benar membuat kita melek budaya Nusantara. 

Buku bergenre fiksi ini sangat menyentuh hingga ke jiwa. Mentor dari karya buku ini menurut saya berhasil mendorong penulis untuk menulis buku bukan sekedar menulis tapi bagaimana bisa menghadirkan dalam jiwa. 

Buk'e Kirana Kejora mengungkapkan bagaimana seorang cerpenis memiliki tugas mempercantik tulisan agar tulisan-tulisan tersebut berbicara. Huruf-huruf itu menjadi  gambar yang hidup. 

Berikut tips membuat tulisan Filmis ala Buk'e Kirana Kejora, Pendiri Elang Nuswantara:

1. Tentukan ide cerita dengan jelas, membuat premis, logline dan sinopsis. 

2. Tulisan harus logis jadi penulis harus riset.

3. Pastikan ada konflik sebab akibat dalam cerita. 

4. Suspend: pastikan mengolah diksi mengetarkan pembaca dalam cerita, terutama pada kalimat pertama. 

5. Ada sentuhan drama keluarga, romance, sisi spiritual dan juga sedikit bumbu lucu. 

6. Plot twist ending

7. Karya kita juga bisa diperkuat dengan membuat book teaser dan Filmis book trailer. 

Tak lupa juga diakhiri Webinar, Buk'e memberikan pesan yang sangat menggetarkan bagi saya pribadi. 

"Cinta sama dengan perjalanan, mau lewat, singgah atau menetap.Petarung tangguh akan merangkul badai dan menjadikannya sahabat. Pendaki gunung tak akan turun gunung sebelum sampai puncaknya. Penyelam ulung hanya akan muncul ke permukaan setelah mutiara laut dalam genggamannya dan sebelum kehabisan nafasnya. Menulislah agar lega dan bahagia ". (Kirana Kejora). 

Masya Allah. Sebuah untaian kalimat yang jadi pemantik semangat buat saya untuk juga terus berkarya. 

Sekali lagi, Inilah Buku "Beri Aku Cerita yang Tak Biasa"

Buku “Beri Aku Cerita yang Tak Biasa”

Berisi kumpulan cerita pendek yang disajikan dengan apik oleh 28 penulis (yang merupakan anggota IIDN) dengan mentor yang luar biasa Kirana Kejora.

Beri Aku Cerita yang Tak Biasa


BERI AKU CERITA YANG TAK BIASA
-Cinta bukan hanya sekadar, namun harus berujar memiliki pijar

Antologi ini berisi kumpulan cerita budaya yang ditulis oleh: 

1. Kirana Kejora (mentor) & Hedy Rahadian
2. Widyanti Yuliandari 
3. Fuatuttaqwiyah El-adiba
4. Fitria Rahma
5. Holy Gat Mellisa
6. Ariasetia 
7. Pratiwi R. S.
8. Sri Rahayu
9. Avi Ramadhani 
10. Rahmi C. Mangi
11. Julia Pasca
12. Anastasia S Wastuti
13. Discalusi Florentina 
14. Ana Ruhana Salamah
15. Dawiah 
16. Laili Rahmawati
17. Wiwi Haryanti Kusno
18. Irma Hardiani
19. Ika Damayanti
20. Istiati Jebres 
21. Yokbet Taswa 
22. Tyas Ary 
23. Widyaningsih
24. Upi Jamil 
25. Novarty 
26. Annie Nugraha 
27. Liza Kusuma Dewi 
28. Agustina Purwantini

Gen Z dan Tugas Penting Seorang Ibu Mengenalkan Budaya Nusantara

Sejak awal hingga akhir Webinar yang terbersit di benak saya bagaimana modernisasi jangan sampai membuat pemuda Gen Z tidak kenal budaya. Jangan sampai kearifan lokal kita, adat dan alam menjadi sesuatu yang asing karena tekhnologi. Semua ini tugas kita sebagai seorang ibu. 

28 tim IIDN yang disebut dengan Elang Biru bersama dengan Elang Nuswantara telah membantu kita sebagai ibu.

Para ibu terbantu mengenalkan budaya filmis pada anak-anak mereka. Mulai dari Aceh, Minang, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Tidore hingga ke Papua semua cerita dikemas secara menyentuh. Ibu mana yang tidak tertarik untuk membacanya. 

Dijamin makin menumbuhkan cinta dan kasih antara ibu dan anak seperti quote dari buku "Beri Aku Cerita yang Tak Biasa". 

'Cinta bukan hanya sekedar, namun harus berujar memiliki pijar'

Masya Allah sebuah kata-kata yang menggetarkan jiwa para ibu-ibu yang ingin anak-anak tetap melek budaya meskipun telah tergerus zaman. Tetaplah lestarikan budaya hingga generasi-generasi mendatang. Tugas seorang ibu melanjutkan tugas mulia ini. 

Tentu saja warisan budaya yang sejalan dengan tuntunan agama kita. Budaya yang membuat bertambah keimanan kita. Masya Allah. 

Wah jadi mellow kalau bahas buku satu ini. Oh ya bagi para ibu, orang tua dan siapa saja yang ingin jadi bagian mengenalkan budaya pada Gen Z dan generasi sesudahnya. Buku ini wajib lho ada di rak buku kita. Yuk segera pesan sebelum kehabisan! Tinggal klik link ini ya untuk pemesanan. 

Salam Literasi dan selalu berikan cerita yang tak biasa. []


Juwita
Nama Lengkap saya Juwita Fajar Hari. Hampir familiar dengan nama Juwita. Saya seorang Full Ibu Rumah Tangga yang hingga 2022 masih diamanahi 4 orang anak. Saya perempuan berdarah Minang dan saat ini sedang berproses menjadi seorang blogger.

Related Posts

30 komentar

  1. Baguuussss bgt webinarnya
    IiDN nih selalu all out, totalitas bgt klo mewadahi kreativitas para Ibu.
    Keren maksimal 👍

    BalasHapus
  2. Webinarnya bagus banget kematin ya, Mbak. Saya mendapat wawasan baru tentang kepenulisan dari narasumber.

    BalasHapus
  3. Bener mba...saya juga sampai meri ding menyimak book trailernya. Feelnya dapat banget. Kereeen tim iidn

    BalasHapus
  4. Aih jadi pengen buru-buru baca bukunya buat dapet pencerahan dari perempuan perempuan hebat yang menginspirasi

    BalasHapus
  5. Benar banget ya. Anak-anak Gen Z walaupun sejak dini sudah terpapar dunia maya, perlu banget kenal dengan sejarah, dengan budaya. Terutama budaya yang sejalan dengan ajaran agama. Sedih kalau lihat mereka hanya dapat tuntunan dari Hp. Padahal tidak semua yang ada di HP itu, benar.

    BalasHapus
  6. MasyaAllah keren banget sih mbak kalimat mbak Wid ini "Ada banyak pintu kebaikan yang bisa kita temukan. Dengan menulis kita bisa memilih satu pintu kebaikan bahkan lebih sebagai media untuk melakukan kebaikan"

    BalasHapus
  7. makasih ya mbak, sudah turut hadir meramaikan event buku Elang Biru IIDN. Semoga makin cinta pada budaya nuswantara kita.

    BalasHapus
  8. Sepakat mbak. buku ini menjadi salah satu cara dalam mengenalkan budaya kepada generasi masa kini.

    BalasHapus
  9. Aku beli buku ini
    Baru baca dua cerita, sudah jatuh hati
    Memang buku yang menghadirkan cerita yang tak biasa

    BalasHapus
  10. Baca postingan ini saja, berikut potongan quotenyanya, membuat saya terbayang bagaimana serunya webinar yang mbak ikut. Tadi klik link di atas, untuk lihat informasi pemesanan buku, rupanya sudah closed PO ya di tanggal 15 Oktober kemarin.

    BalasHapus
  11. Masyaalloh. Bangga dan bahagia sekali rasanya bisa bergabung di antologi ini

    BalasHapus
  12. Keren-keren banget ih teman-teman penulis! Aku udah nyimak dari awal buku ini launching, hebat banget bisa nembus kemana-mana. Boleh donk di spill gimana mau order

    BalasHapus
  13. Sy jg punya bukunya mba. sdh baca sebagian. bagus2 ceritanya. Syarat akan budaya

    BalasHapus
  14. Selain Oka Rusmini, buk'e ini menurutku punya ciri khas tersendiri dengan tulisan budaya yang didapat dari inspirasinya kalau lagi traveling. Salut banget sama cara berkisah dan bertutur dari buk'e ini

    BalasHapus
  15. penasaran pengen beli bukunya, wanita-wanita hebat menurut saya yang menulis ini, pengen menjadi salah satunya. pastinya isinya akan sangat menginspirasi untuk saya dan banyak orang

    BalasHapus
  16. Senang sekali mendapat banyak insight untuk menulis fiksi.
    Karena memang menulis itu gak semua bisa mudah melakukannya dan membutuhkan banyak jam terbang sehingga bisa dinikmati oleh pembaca.

    BalasHapus
  17. Wah belum pernah baca bukunya, jd pengen tahu isinya bagaimana, penasaran dengan cerita tak biasa yang disajikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai budaya yg disampaikan memang buat pembaca jd lebih melek, apalagi budaya indo kan banyak kalau disajikan dalam banyak cerita jd lebih menarik

      Hapus
  18. Aku jadi penasaran sama isi buku generasi Z ini, memang ada perbedaan sikap di setiap generasi

    BalasHapus
  19. Senangnya ya mbak bisa ikut webinar ini, apalagi karyanya yg luar biasa,...IIDN memang selalu menghadirkan momen2 seru dan bermanfaat, makin live, deh.

    BalasHapus
  20. 28 perempuan hebat dan menginspirasi menurut saya. Pastinya tulisan menjadi inspirasi bagi saya dan banyak perempuan lain. Semoga suatu hari saya seperti perempuan-perempuan hebat ini dapat menelurkan sebuha karya tulisan yang bermanfaat

    BalasHapus
  21. Baca artikel ini senang sekali, memang ya bicara Budaya, Gen Z dan PR Besar Seorang Ibu yang jadi bahasan di sini enggak bakal ada habisnya diulas. Buku 'Beri Aku Cerita yang Tak Biasa' yang ditulis perempuan-perempuan hebat di sini menjadi bukti mengenalkan budaya ke gen Z itu bisa

    BalasHapus
  22. Keren banget pastiii. Biar gen Z juga pada kenal sama budaya mereka. Jadi pengen dapet tips nulis fiksi dari Bu E juga wkwkwk. Penasaran sama tulisan mb Wid yang fiksi nih jadinya.

    BalasHapus
  23. Salut dengan teman-teman di IIDN yang sukses menuliskan kisah-kisah fiksi berlatar budaya. Buku antologi ini memang sukses mendokumentasikan beragam budaya nusantara. Gabung di webinar kemarin sungguh manfaat, saya pun banyak dapat ilmu dari para narsum..

    BalasHapus
  24. Ikut webinar ini menang banyak ....ilmu kepenulisannya daging semua

    BalasHapus
  25. Pantes bukunya keren ternyata penulisnya memang keren -keren semua, ada mbak Wid wah ngefans banget sama beliau

    BalasHapus
  26. MasyaAllah ini emang kemarin epic bangett sih acaranyaa, aku nontonin teasernya aja udah bikin penasaran, eh ditambah ikutan webinarnya, makin mupeeeng

    BalasHapus
  27. MashaAllah yaa..
    Meskipun tema bukunya unik mengenai budaya, tapi dengan memberikan pengetahuan lebih mengenai sisi kepenulisan, maka Buku Beri Aku Cerita yang Tak Biasa menjadi salah satu rekomendasi buku mengenai budaya Indonesia yang kini mulai berkurang.

    BalasHapus
  28. jujurly karena mengikuti acara ini, akhirnya saya pesan bukunya juga karena penasaran dengan cerita yang ditampilkan

    BalasHapus
  29. wah webinar nya keren! Tips dan pesan dari Buk'e ini bagus sekali, jadi penasaran saya dengan bukunya.

    BalasHapus

Posting Komentar